Dini hari kemarin saya merasa beruntung untuk dapat menyaksikan sebuah film Amerika produksi tahun 2007 yang bertajuk “FREEDOM WRITERS”, dibintangi oleh Hillary Swank serta beberapa actor dan actress berkarakter lain yang mengangkat cerita dari sebuah buku “freedom Writers Diary” yang ditulis oleh Erin Gruwell dan ide untuk mengangkatnya ke layar lebar datang dari Tracey Durning, seorang journalist, yang membuat dokumentasi tentang Erin Gruwell untuk ABC News program Primetime Live.

fw_wallpaper_1280

Plot dari film tersebut saya coba kutip dari wikipedia:

The movie takes place in the early 1990’s until late 1990’s. Hilary Swank plays the role of Erin Gruwell, a new, excited schoolteacher who leaves the safety of her hometown, Newport Beach, to teach at Woodrow Wilson High School in Long Beach, where a new integration program has implemented where students of all backgrounds and races are put in classes together. Her enthusiasm quickly dwindles away when she realizes that her students (all at-risk students, also known as “unteachables”) are not the happy-go-lucky eager students she was expecting. Her students must be forced in to class by security guards and are segregated into groups according to race within the classroom. The tension is apparent every time students from one race look at those from another. Not only does she meet opposition from her students, she also has a hard time with her department head, who believes she should ……

… Meanwhile, Gruwell gives her students a project to write their diary in the form of a book. She compiles the projects into a book and names it The Freedom Writers Diary. Her husband divorces her and Margaret tells her she cannot teach her kids for their junior year. She fights this decision, eventually convincing the superintendent to allow her to teach her kids’ junior and senior year. The film ends with a note that Gruwell successfully brought many of her students to graduation and college. (wikipedia)

Beberapa phrase (memorable Quotes) yang tetap mengiang ditelinga saya setelah film berakhir adalah kalimat yang diucapkan oleh salah seorang tokoh murid (saya lupa yang mana), kira-kira bunyinya seperti ini, “ Saya tidak mengharapkan apa yang saya tulis (baca;tuangkan) dalam diary agar nantinya dibaca oleh orang lain, tapi lebih kepada apa yang dapat saya tinggalkan di dunia ini dari dalam diri saya…”.

Semua kejadian-kejadian yang saya alami dan hadapi sebelumnya tiba-tiba seakan menjadi terkait , Blog yang dibuatkan oleh Budi Ridwin dengan pesan “…sebagai diary aja, jadi bisa menulis apa aja dengan bebas pak…”, keragu-raguan sekaligus dorongan untuk mencurahkan (release) kegelisahan selama bertahun-tahun di kepala berbaur, dan akhirnya quotes diatas, menjawab keraguan saya selama ini. Saya selalu percaya bahwa, tidak ada kejadian di dunia ini terjadi secara kebetulan. Jadi, ikuti saja kemana angin berembus dan air mengalir…

Rekan saya Ayip telah melakukannya bertahun-tahun, he must be a very happy man, I sholud thank  him for inspired and influenced me. Terutamanya saya harus berterima kasih kepada Budi Ridwin yang telah mebawa saya ke dunia yang baru, never too late Guys…

6 Responses to “FREEDOM WRITERS”

  1. harmony_rimba
    31 March 2009 at 22:15 #

    Waahh, sepertinya filmnya bagus.. kemana aja ya kok belum nonton ya?!! Btw, blognya kereeen!! awesome! marveolus! hehe.. Eh, di sekitar meja (opening picture) belum ada layangan kayanya pak?

  2. Administrator
    1 April 2009 at 10:52 #

    Iya, kemana aja Ra..? thought that have lost you. Ada satu lagi film, Finding Forrester, quotesnya bagus. Anyway, The making of Tra masih berdenyut, kita tunggu aja.

  3. harmony_rimba
    4 April 2009 at 12:27 #

    Wah taunya cuma Finding Neverland! Kemaren2 sok sibuk persiapan ke inggris (maunya minjem ortu), ehh dpt beasiswanya yang di New Delhi. Gara2 nama mungkin ya? Indiaaa.. Incredible Indiaa.. hehe.. Sukses buat Tra! Mohon dikabari..

  4. Administrator
    5 April 2009 at 16:04 #

    New Delhi? Congratss! Kayaknya lebih deket Travel kemana-mana nantinya, dan ada yang bisa dikunjungi kalo ada kesempatan (soalnya mohon Visa ke Amerikanya di tolak, alasannya “tidak dapat membuktikan akan kembali lagi ke Indonesia, bla bla bla….”, kasian sekali). Kabarin sebelum pergi ya, I will arrange another farewell party, a wild one!

  5. Janna
    13 April 2009 at 18:21 #

    Wow, Idenya luar biasa “mantep ” tuh Pak. Kapan lagi bisa ngajak Wara Party… kita tunggu lho Pak.

    To Wara : Well…. sepertinya ga disangka bakal “mental” ke India ya Jenk?

  6. Administrator
    14 April 2009 at 01:27 #

    Sit back and relax… looks like a though decision for her. We wait..


Leave a Reply

2 visitors online now
2 guests, 0 members
Max visitors today: 5 at 07:03 am GMT-8
This month: 26 at 11-08-2009 05:26 pm GMT-8
This year: 26 at 10-17-2009 10:13 pm GMT-8
All time: 26 at 10-17-2009 10:13 pm GMT-8